Komunikasi Massa
Makalah
“KOMUNIKASI MASSA”
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosiologi Komunikasi
Dosen: R.Yogie Prawira, M.I.Kom
“KOMUNIKASI MASSA”
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosiologi Komunikasi
Dosen: R.Yogie Prawira, M.I.Kom
Disusun
Oleh:
|
Arika Aprilia
|
(9882405116311002)
|
|
Geaciela Cornelia Mandagi
|
(9882405116311038)
|
|
Kelvin Haikal
|
(9882405116311028)
|
|
Siti Maryati
|
(9882405116311016)
|
|
Vicky Shania Rinofan
|
(9882405116311024)
|
|
Wildan Adrian
|
(9882405116311041)
|
UNIVERSITAS
INFORMATIKA DAN BISNIS INDONESIA
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DESAIN
ILMU KOMUNIKASI
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat Nya
sehingga tugas ini dapat tersusun hingga
selesai. Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada Bapak R.Yogie Prawira,
M.I.Kom selaku Dosen Mata Kuliah Sosiologi Komunikasi yang memberikan
bimbingan, saran ide dan kesempatan untuk kami.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,
kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Bandung, 27 Maret 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia pada hakekatnya adalah
mahkluk sosial, yang dalam kehidupan sehari- hari tidak bisa lepas dari kegiatan
interaksi dan komunikasi. Komunikasi
merupakan bagian integral kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat.
Sebagai mahkluk sosial, kegiatan sehari- hari selalu berhubungan dengan orang
lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.
Komunikasi adalah hubungan
antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan
sehari-hari disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian dari
kehidupan manusia itu sendiri, paling tidak sejak ia dilahirkan sudah
berhubungan dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia
dilahirkan adalah tanda komunikasi . Komunikasi merupakan aktivitas yang paling
esensial dalam kehidupan manusia.Kurang lebih 70% dari waktu bangun kita
dipergunakan untuk berkomunikasi. Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari
keterampilannya dalam berkomunikasi. Kurangnya komunikasi akan menghambat
perkembangan kepribadian.
Komunikasi amat erat kaitannya
dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Atau dengan kata
lain, ilmu komunikasi juga berkaitan erat dengan ilmu yang mempelajari tingkah
laku manusia, yaitu Psikologi. Akan tetapi, komunikasi bukanlah subdisiplin
ilmu dari psikologi. Justru komunikasi dipelajari oleh disiplin-disiplin ilmu
yang lain, seperti psikologi dan sosiologi.Sebenarnya, apakah yang dimaksud
dengan “komunikasi” itu? Ada banyak sekali definisi dari
“komunikasi“.Definisi-Definisi yang timbul tersebut dilatarbelakangi oleh
berbagai perspektif seperti mekanistis, sosiologistis, atau psikologistis.
Sederhananya, komunikasi merupakan
proses penyampaian informasi yang diterima oleh alat-alat indera, ke bagian
otak.Informasi itu bisa berasal dari lingkungan, organisme lainnya, atau
dari diri sendiri. Ditinjau dari sudut pandang ilmu Biologi, proses penyampaian
informasi itu sendiri merupakan suatu proses yang teramat rumit dan kompleks.
Hasil dari sinergi otak dengan berbagai alat indera dan organ-organ tubuh,
serta melibatkan jutaan sel syaraf di otak dan seluruh bagian tubuh. (Rakh
Komunikasi, dalam sekian banyak bentuknya, memiliki peran dan fungsi yang cukup
besar dalam kehidupan manusia.
Watzalawick dalam Bradac and Bowers
(1980) bahkan mengungkapkan bahwa human being cannot not communicate.
Setiap manusia memiliki potensi untuk berkomunikasi satu sama lain saat dia
terdiam sekalipun. Komunikasi manusia memiliki beberapa konteks tergantung dari
jumlah komunikator, derajat kedekatan fisik, saluran indrawi yang tersedia
hingga kesegeraan umpan balik (Cassandra dalam Mulyana, 71;2002).
Salah satu konteks komunikasi ini
antara lain adalah komunikasi massa. Cassandra menyebutkan bahwa jika konteks
komunikasi massa dibandingkan dengan konteks komunikasi lainnya maka dapat dijelaskan
bahwa komunikasi massa merupakan sebuah bentuk komunikasi yang memiliki jumlah
komunikator yang paling banyak, derajat kedekatan fisik yang paling rendah,
saluran indrawi yang tersedia sangat minimal dan umpan balik yang tertunda.
1.2 Rumusan
Masalah
Agar dalam pembuatan makalah ini
tidak terlalu kompleks maka dirumuskan masalah yaitu sebagai berikut:
a. Apa
yang dimaksud dengan komunikasi massa?
b. Apa fungsi komunikasi massa?
c. Apa ciri-ciri komunikasi massa?
d.
Apa efek sosial komunikasi massa?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah
ini yaitu :
a. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi
b. Untuk
memperluas ilmu pengetahuan komunikasi massa
c. Mengetahui
Pengertian,ciri-ciri,efek ,
dan fungsi komunikasi massa
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan
makalah ini, yaitu:
a. Makalah
ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas dari mata kuliah Sosiologi Komunikasi.
b. Makalah
ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya bagi penulis dan umumnya
bagi semua yang membacanya.
c. Makalah
ini diharapkan dapat membantu kita dan menjadikan semakin baiknya
komunikasi.
d. Agar dapat membantu
kita mengetahui tentang Komunikasi Massa.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Komunikasi Massa
Definisi
Komunikasi massa secara harfiah terdiri dari dua kata, yakni kata komunikasi
dan kata massa. Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses dalam
penyampaian suatu pesan/ gagasan, sedangkan kata massa dapat diartikan sebagai
jumlah orang yang banyak, dan tersebar dalam beberapa lokasi, tidak harus di
lokasi yang sama.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah suatu proses komunikasi yang
menggunakan media/ saluran dalam menghubungkan antara pihak pemberi informasi
(komunikator) dengan pihak penerima informasi secara massal dengan jumlah yang
banyak, bersifat heterogen, terpencar, dan dapat menimbulkan efek tertentu.
Komunikasi
tersebut dapat melalui berbagai jenis media modern, seperti surat kabar serta
film-film yang sering dipertunjukkan di gedung bioskop. Salah satu pakar
mengatakan bahwa selain media massa modern di atas juga terdapat media massa
tradisional yakni meliputi teater rakyat, dongeng, maupun juru pantun.
2.1.1Pengertian
menurut para ahli
Berikut ini merupakan beberapa
definisi komunikasi massa menurut para ahli :
a) Joseph A. Devito
Komunikasi massa adalah komunikasi yang di tunjukan kepada
massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa
khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang membaca atau semua orang
yang menonton televisi, agaknya ini tidak berarti pula bahwa khalayak besar dan pada
umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah
komunikasi yang di salurkan oleh pemancar- pemancar yang audio dan atau visual.
Komunikasi massa barangkali akaan lebih mudah dan lebih logis bila di
definisiksn bentuknya (radio, televisi, surat kabar, majalah, film, buku dan
pita.
b) Jay Black dan Frederick C (Nurdin, 2004)
Mereka menyatakan bahwa komunikasi massa adalah sebuah
proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara massal/tidak sedikit itu
disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen. Luas
disini berarti lebih besar daripada sekedar kumpulan orang yang berdekatan
secara fisik sedangkan anonim berarti individu yang menerima pesan cenderung
asing satu sama lain. Heterogen berarti pesan dikirim kepada orang-orang dari
berbagai macam status, pekerjaan, dan jabatan dengan karakteristik yang berbeda
satu sama lain dan bukan penerima pesan yang homogen.
c) Gerbner (1967)
Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang
berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling
luas di miliki orang dalam masyrakat industry.
2.2
Fungsi Komunikasi Massa
2.2.1
Fungsi komunikasi massa secara umum
Pada dasarnya secara umum fungsi
komunikasi massa yang dikemukakan para ahli tidak jauh beda satu sama lain.
Menurut Onong Uchyana Effendy (Effendy, 2007, 1993) fungsi komunikasi massa
secara umum diantaranya :
1. Fungsi informasi
Media massa pada dasarnya memiliki fungsi utama, yakni mengumpulkan,
menyususn memproduksi dan menyampaikan informasi. Melalui informasi, masyarakat
jadi tahu dan mengerti banyak hal. Khalayak dapat mengakses informasi sesuai
kebutuhannya, mulai dari informasi politik ekonomi, budaya hingga sosial dan
hiburan. Dari informasi yang tersedia di media massa jugalah khalayak dapat
memperoleh pengetahuan akan berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai tempat.
Dari media massa, khalayak misalnya mengetahui berbagai bencana yang sekarang
sedang melanda banyak wilayah di berbagai belahan dunia
2. Fungsi pendidikan
Fungsi pendidikan dapat diartikan bahwa media massa pada
dasarnya merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education).
Media massa mendidik masyarakat melalui berbagai pengetahuan yang disampaikan
oleh media massa. Misalnya melalui etika, nilai nilai, norma ataupun berbagai
aturan yang berlaku di tengah masyarakat. Melalui media massa, khalayak
memperoleh pengetahuan bagaimana harus bersikap dan bertingah laku di tengah
masyakart. Selain itu media massa juga memberikan pendidikan pada banyak aspek
lainnya termasuk sosial ekonomi budaya maupun politik. Dalam bidang pendidikan
politik misalnya, banyak orang yang menjadi sadar akan hak dan kewajibannya
sebagai warga negara.
3. Fungsi mempengaruhi
Media massa pada dasarnya berusaha mempengaruhi masyarakat
atau khalayak melalui informasi dan pesan yang disampaikannya. Mulai dari
berita, opini, tajuk rencana/editorial, berita, hingga iklan semuanya bertujuan
untuk mempengaruhi, merubah opini, sikap dan perilaku khalayak atau masyarakat.
Sebagai contoh, berita nengenai korupsi yang disampaikan media massa akhir
akhir ini banyak mempengaruhi bagaimana opini khalayak terkait dengan pilihan
partai. Terlebih dalam editorial maupun tajuk rencana yang memang tujuan utamanya
adalah menyampaikan sikap dari media massa yang bersangkutan terhadap berbagai
fenomena yang terjadi di tengah masyakarat.
2.2.2 Fungsi komunikasi massa bagi individu
Beberapa fungsi komunikasi massa secara khusus bagi individu
sebenarnya juga tidak begitu berbeda jauh satu sama lain, sementara beberapa
perbedaan sendiri bersifat saling melengkapi. Menurut Samuel L. Becker, ada 7
fungsi komunikasi massa bagi individu, yaitu:
1. Pengawasan / Pencarian Informasi
Fungsi
pengawasan berkaitan dengan informasi yang disampaikan oleh media massa yang
dapat digunakan sebagai dasar bagi seorang individu untuk pengambilan
keputusan.
2. Mengembangkan konsep diri
Fungsi
mengembangkan diri berkaitan dengan penyediaan informasi yng dibutuhkan oleh
individu untuk dapat terus bertahan hidup. Dalam hal ini isi pesan media dapat
saja berupa pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi pengembangan karir atau
ketrampilan hidupnya.
3. Fasilitas dalam hubungan sosial
Fungsi
ini berkaitan dengan isi pesan media massa yang seringkali berkaitan dengan
topik topik yang dapat menjadi pembicaraan hangat dalam setipa pergaulan dengan
orang orang lainnya.
4. Subtitusi dalam hubungan sosial
Isi
pesan media seringkali membuat kita terlibat secara psikologis dan bahkan
emosional. Misalnya rasa simpati atau marah dengan tokoh tertentu saat membaca
atau melihat berita yang mengaduk aduk perasaan kita. Perasaan yang umumnya
terjadi dalam relasi sosial seseorang dalam kehidupan nyata nyatanya seringkali
ikut terbawa setelah seseorang melihat atau membaca mendengar pengalaman atau
kisah yang engharu biru di media massa.
5. Membantu melegakan emosi
Isi
pesan dari media massa seingkali membuat khalayak merasa terhibur, puas dan
bahagia. Midalnya program komedi, musik, film yang seringkali menjadi hiburan
yang dapat melegakan emosi.
6. Sarana pelarian dari ketegangan dan
keterasingan
Dalam
menghadapi rutinitas sehari hari yang demikian padat dan menguras energi,
seringkali kita merasa tegang dan terasing dari pergaulan dengan
lingkungan sekitar kita. Untuk meredakan hal tersebut banyak orang memilih
untuk membaca berita, menikmati hiburan di televisi atau sekedar mendengar
musik di radio untuk mengurangi ketegangan.
7. Sebagai bagian dari kehidupan rutin
atau ritualisasi
Media
massa hadir dalam kehidupan masyarakat, dan bahkan menjadi pelengkap bagi
kebutuhan sehari hari masyarakat. Saat menikmati sarapan di pagi hari atau
berkumpul bersama keluarga, media massa telah menjadi bagian yang tak
terlewatkan.
2.2.3 Fungsi
komunikasi massa menurut Burhan Bungin
Komunikasi
massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat. Selain manifest function dan laten function, setiap aktivitas sosial
juga berfungsi melahirkan (beiring function) fungsi-fungsi sosial lain, bahwa
manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna.
1. Fungsi pengawasan
Media massa merupakan sebuah medium di mana dapat digunakan untuk
pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan ini
bisa berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif.
Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan untuk aktivitas preventif untuk
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti, pemberitaan
bahaya narkoba bagi kehidupan manusia yang dilakukan melalui media massa dan
ditujukan kepada masyarakat, maka fungsinya untuk kegiatan preventif agar
masyarakat tidak terjerumus dalam pengaruh narkoba. Sedangkan fungsi
persuasif sebagai upaya memberi reward dan punishment kepada masyarakat sesuai
dengan apa yang dilakukannya. Medai massa dapat memberi reward kepada
masyarakat yang bermanfaat dan fungsional bagi anggota masyarakat
lainnya, namun sebagainya akan memberikan punishment apabila aktivitasnya
tidak bermanfaat bahkan merugikan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat.
2. Fungsi social learning
Fungsi utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan
guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat. Media massa
bertugas untuk memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat
di mana komunikasi massa itu berlangsung. Komunikasi massa itu dimaksukan
agar proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efisien dan menyebar secara
bersamaan di masyarakat secara luas. Fungsi komunikasi massa ini
merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk menutupi kelemahan fungsi-fungsi
paedogogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka, di mana karena
sifatnya, maka fungsi paedogogi hanya dapat berlangsung secara eksklusif antara
individu tertentu saja.
3. Fungsi penyampaian informasi
Komunikasi massa
yang mengandalkan media massa, emiliki fungsi utama, yaitu menjadi proses penyampaian
informai kepada masyarakat luas. Komunikasi massa memungkinkan informasi
dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat secara luas dalam waktu
cepat sehingga fungsi informasi tercapai dalam waktu cepat dan singkat.
4. Fungsi transformasi budaya
4. Fungsi transformasi budaya
Fungsi informatif
adalah fungsi-fungsi yang bersifat statis, namun fungsi-fungsi lain yang lebih
dinamis adalah fungsi transformasi budaya. Komunikasi massa sebagaimana
difat-sifat budaya massa, maka yang terpentin adalah komunikasi massa menjadi
proses transormai budaya yang dilakukan bersama-sama oleh semua komponen
komunikasi massa, terutama yang dilakukan oleh media massa.
Fungsi transformasi
budaya ini menjadi sangat penting dan terkait dengan fungsi-fungsi lainnya
terutama fungsi social learning, akan tetapi fungsi transformasi budaya lebih
kepada tugasnya yang besar sebagai bagian dari bidaya global. Sebagaimana
diketahui bahwa perubahan-perubahan budaya yang disebabkan karena perkembangan
telematika menjadi perhatian utama semua masyarakat di dunia, karena selain
dapat dimanfaatkan untuk pendidikan juga dapat dipergunakan untuk fungsi-fungsi
lainnya, seperti politik, perdagangan, agama, hukum, militer, dan
sebagainya. Jadi, tidak dapat dihindari bahwa komunikasi massa memainkan
peran penting dalam proses ini di mana hampir semua perkembangan telematika
mengikut-sertakan proses-proses komunikasi massa terutama dalam proses
transformasi budaya.
5. Hiburan
Fungsi lain dari
komunikasi adalah hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain, komunikasi
massa juga digunakan sebagai medium hiburan, terutama karena komuniasi massa
menggunakan media massa, adi fungsi-fungsi hiburan yang ada pada media massa
juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.
Transformasi budaya
yang dilaksanakan oleh komunikasi massa mengikut-sertakan fungsi hiburan ini
sebagai bagian penting dalam fungsi komunikasi massa. Hiburan tidak
terlepas dari fungsi media massa itu sendiri dan juga tidak terlepas dari
tujuan transformasi budaya. Dengan demikian, maka fungsi hiburan dari
komunikasi massa saling mendukung fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi
massa.
2.2.4 Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat
Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat menurut Dominik
(2001), terdiri dari surveillance (pengawasan), interpretation (penafsiran),
lincage (keterkaitan) transmition of values (penyebaran nilai), dan
entertainment (hiburan).
1. Surveillance (pengawasan)
Fungsi
pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama :
a. Warning or beware surveillance
(pengawasan peringatan);
Fungsi pengawasan peringatan berkaitan dengan informasi yang
diberikan oleh media massa saat terjadi ancaman. Misalnya ancaman yang berasal
dari bencana alam, seperti angin topan, meletusnya gunung merapi, ataupun
berbagai kondisi yang memprihatinkan, termasuk inflasi ataupun adanya serangan
militer.
b. Instrumental surveillance
(pengawasan instrumental).
Fungsi pengawasan Instrumental berkaitan dengan penyampaian
atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak
dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang penemuan teknologi baru, tentang
inovasi baru, ide ide baru, atau bahkan hobi menjadi contoh dari bentuk
pengawasan instrumental.
2. interpretation (penafsiran)
Media pada dasarnya mereproduksi kembali berbagai
peristiwa atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. pada saat itulah
media menjalankan fungsinya dalam menafsirkan informasi yang diterimanya untuk
selanjutnya disebarluaskan pada khalayak luas.
3. Linkage (pertalian)
Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang
beragam, sehingga membantuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan
minat yang sama tentang sesuatu. Contoh kasus di Indonesia Kelompok-kelompok
yang memiliki kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis
dipertalikan/ dihubungkan oleh media.
4. Transmission of Values (penyebaran
nilai-nilai)
Fungsi ini berkaitan dengan sosialisasi nilai, norma dan
perilaku masyarakat. Media massa mensosialisasikan nilai, keyakinan, norma
untuk diadopsi individu sebagai bagian kelompok masyakarat. Media massa pada
dasarnya memberikan model atau contoh kepada anggota masyarakat mengenai
bagaimana melakukan sesuatu atau bersikap terhadap sesuatu. Pergaulan bebas
remaja saat ini dapat menjadi contoh bagaimana para remaja banyak mencontoh
pregaulan barat yang banyak dipertontonkan oleh media massa, salah satunya
melalui sinetron.
5. Entertainment (hiburan)
Salah satu fungsi komunikasi massa yang banyak menarik
perhatian masyarakat adalah fungsinya untuk menghibur. Media massa terutama
televisi misalnya, menyajikan berbagai macam program yang sifatnya menghibur
seperti film,musik, komedi, kuis, dll. Media televisi bahkan dalam beberapa
waktu terakhir diakui sebagai memiliki pengaruh yang besar berkaitan dengan
pilihan hiburan bagi khalayak. Media massa menyajikan hiburan tidak hanya audio
tapi juga visual yang memungkinkan penonton lebih terhibur, dapat dilihat berapa
lama orang mampu bertahan di depan televisi hanya untuk menikmati sinetron.
2.3 Ciri-Ciri
Komunikasi Massa
Melalui
sejumlah pengertian komunikasi massa, kita dapat mengetahui ciri komunikasi
massa. Sehubungan dengan bahasan ini, Nurudin dalam bukunya Pengantar
Komunikasi Massa (2004: 19), dikemukakan ciri - ciri dari komunikasi massa
yakni:
1. Komunikator dalam Komunikasi Massa Melembaga
Komunikator dalam komunikasi massa bukan satu orang, tetapi
kumpulan orang. Artinya, gabungan antar berbagai macam unsur dan bekerja sama
satu sama lain dalam sebuah lembaga. Lembaga yang dimaksud disini menyerupai
sebuah sistem. Sistem itu adalah sekelompok orang, pedoman, dan media yang
melakukan suatu kegiatan mengolah, menyimpan, menuangkan ide, gagasan,simbol,
lambang menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai suatu kesepakatan
dan saling pengertian satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber
informasi.
Dengan demikian, komunikator dalam komunikasi massa
setidak-tidaknya mempunyai ciri sebagai berikut: (1) kumpulan individu, (2)
dalam berkomunikasi individu - individu itu terbatasi perannya dengan sistem
dalam media massa, (3) pesan yang disebarkan atas nama media yang bersangkut an
dan bukan atas nama pribadi unsur- unsur yang terlibat, (4) apa yang
dikemukakan oleh komunikator biasanya untuk mencapai keuntungan atau
mendapatkan laba secara ekonomis.
2. Komunikasi dalam Komunikasi Massa Bersifat Heterogen
Komunikan dalam komunikasi massa sifatnya heterogen.
Artinya, komunikan terdiri dari beragam pendidikan, umur, jenis kelamin, status
sosial ekonomi, jabatan yang beragam, dan memiliki agama atau kepercayaan yang
berbeda pula.
Herbert Blumer pernah memberikan ciri tentang karakteristik audience (komunikan) sebagai berikut:
- Audience
dalam komunikasi massa sangatlah heterogen. Artinya, ia mempunyai
heterogenitas komposisi atau susunan. Jika ditinjau dari asalnya, mereka
berasal dari berbagai kelompok dalam masyarakat.
- Berisi
individu - individu yang tidak mengenal satu sama lain. Disamping itu,
antar individu itu tidak berinteraksi langsung satu sama lain.
- Mereka
tidak mempunyai kepemimpinan atau organisasi formal
3. Pesannya
Bersifat Umum.
Pesan-pesan
dalam komunikasi massa tidak ditujukan ke pada satu orang atau kelompok
masyarakat tertentu. Dengan kata lain, pesan - pesannya ditujukan kepada
khalayak yang plural. Karena itu, pesan- pesan yang dikemukakan tidak boleh
bersifat khusus.
4. Komunikasinya
Berlangsung Satu Arah
Pada
media massa, komunikasi hanya berjalan satu arah. Kita tidak bisa langsung
memberikan respon kepada komunikatornya (media massa yang bersangkutan).
Kalaupun bisa, sifatnya tertunda.
5. Komunikasi
Massa Menimbulkan Keserempakan
Salah
satu ciri
komunikasi massa selanjutnya adalah keserempakan proses penyebaran
pesannya. Serempak berarti khalayak bisa menikmati media massa tersebut hampir
bersamaan.
6. Komunika si Massa Mengandalkan Peralatan
Teknis
Media massa
sebagai alat utama menyampaikan pesan kepada khalayaknya sangat membutuhkan
peralatan teknis. Peralatan teknis misalnya pemancar untuk media elektronik
(mekanik atau elektronik). Dewasa ini telah terjadi revolusi komunikasi massa
dengan perantaraan satelit. Peran satelit akan memudahkan proses pemancaran
pesan yang dilakukan media elektronik seperti televisi. Bahkan saat ini sudah
sering televisi menyajikan siaran langsung (live ) dan bukannya rekaman
(recorded ).
7.
Komunikasi Massa Dikontrol oleh Gatekeeper
Gatekeeper atau
yang sering disebut penapis informasi adalah orang yang sangat berperan dalam
penyebaran informasi melalui media massa. Gatekeeper berfungsi sebagai orang
yang ikut menambah atau mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua
informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami. Gatekeeper juga berfungsi
menginterpretasikan pesan, menganalisis, menambah data, dan mengurangi pesan-
pesannya. Intinya, gatekeeper merupakan pihak yang ikut menentukan pengemasan
sebuah pesan dari media massa. Semakin kompleks sistem media yang dimiliki,
semakin banyak pula (pemalang pintu atau penapis informasi) yang dilakukan. Bahkan,
gatekeeper sangat menentukan berkualitas atau tidaknya informasi yang akan
disebarkan.
2.4 Efek Sosial Komunikasi Massa
Menurut Steven M. Chaffee efek media massa dapat dilihat
dari dua pendekatan. Pendekatan pertama
adalah efek dari media massa yang berkaitan dengan pesan ataupun media itu
sendiri. Pendekatan kedua adalah dengan melihat jenis perubahan yang terjadi
pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa perubahan sikap, perilaku dan
perasaan atau dengan istilah lain dikenal sebagai perubahan kognitif,
afektif, dan behavioral.
a.
Efek Kehadiran Media Massa
Mc Luhan mengemukakan the medium
is the message, media adalah pesan itu sendiri. Oleh karena itu, bentuk
media saja sudah memengaruhi khalayak. Seperti telah di jelaskan bahwa yang
memengaruhi khalayak bukan apa yang disampaikan oleh media, tetapi jenis media
komunikasi yang digunakan oleh khalayak tersebut, baik tatap muka maupun
melalui media cetak atau elektronik. Menurut Steven M. Chaffee, ada lima jenis
efek kehadiran media massa sebagai benda fisik, yaitu : efek ekonomis, efek
sosial, efek pada penjadwalan kegiatan, efek penyaluran/ menghilangkan perasaan
tertentu, dan efek pada perasaan orang terhadap media.
1. Efek ekonomi
Kehadiran media massa ditengah
kehidupan manusia dapat menumbuhkan berbagai usaha produksi, distribusi dan
konsumsi jasa media massa. Kehadiran surat kabar berarti menghidupkan pabrik
yang mensuplai kertas Koran, menyuburkan pengusaha percetakan dan grafika,
membuka lapangan kerja bagi para wartawan, perancang grafis, pengedar,
pengecer, pencari iklan dan sebagainya. Keberadaan televise baik televise
pemerintah maupun televise swasta dapat memberi lapangan kerja kepada sarjana
ilmu komunikasi , para juru kamera, pengarah acara, juru rias, dan
profesi lainnya.
2. Efek sosial
Efek sosial berkaitan dengan
perubahan pada struktur atau interaksi sosial sebagai akibat dari kehadiran
media massa. Sebagai contoh, misalnya kehadiran televise dapat meningkatkan
status sosial dari pemilikinya. Majalah yang beredar telah menuntun pembacanya
untuk memilih majalah yang menjadi kebutuhnannya, misalnya majalah gadis
umumnya di konsumsi oleh para remaja putri, majalah otomotif dikonsumsi
oleh para pecinta otomotif, dan sebagainya.
Dipedesaan yang baru diterpa oleh
kehadiran televise telah terbentuk jaringan interaksi sosial yang baru. Koran
masuk desa telah mengubah perilaku masyarakat desa, juga telah menjadi pusat
jaringan sosial. Mereka menghimpun warga disekitarnya untuk menciptakan
interaksi sosial yang baru.
3. Penjadwalan kegiatan sehari-hari
Sebelum pergi ke kantor, masyarakat
kota pada umumnya membaca Koran dahulu. Anak-anak sekolah dasar yang biasanya
selalu mandi pagi pada hari minggu, setelah hadirnya acara televise untuk
anak-anak pada pagi hari, mengubah jadwal mandi pagi menjadi jadwal menonton
televisi. Pada waktu magrib, anak-anak yang biasanya mengaji setelah sholat
menjadi lebih senang menonton televisi setelah stasiun televise menyajikan
acara hiburan tertentu pada waktu tersebut.
4. Efek hilangnya perasaan tidak nyaman
Orang menggunakan media untuk
memuaskan kebutuhan psikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan perasaan
tidak nyaman, misalnya untuk menghilangkan perasaan kesepian, marah, kesal,
kecewa dan sebagainya. Seorang gadis yang sedang dimabuk cinta akan
mendengarkan lagu-lagu yang bertema cinta atau melankolis dari radio siaran
maupun tape recorder. Orang yang tertimpa musibah akan menghilangkan perasaan
dukanya dengan mendengarkan radio siaran atau menonton televise yang
menayangkan acara-acara siraman rohani, misalnya mendengarkan acara dakwah.
5. Efek menumbuhkan perasaan tertentu
Kehadiran media massa bukan saja
dapat menghilangkan perasaan tidak nyaman pada diri seseorang, tetapi dapat
juga menumbuhkan perasaan tertentu. Terkadang seseorang akan mempunyai perasaan
positif atau negative terhadap media tertentu. Misalnya, seseorang akan
mempunyai perasaan positif terhadap harian kompas dari pada media Indonesia.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tumbuhnya perasaan senang
atau percaya pada suatu media massa tertentu erat kaitannya dengan pengalaman
individu bersama media massa tersebut.
b.
Efek pesan
Penelitian tentang efek ini telah menjadi
pusat perhatian berbagai pihak, baik para praktisi maupun para teoritisi.
Mereka berusaha untuk mencari dan menemukan media yang paling efektif untuk
memengaruhi khalayak. Dalam bagian ini akan dibahas mengenai efek pesan media
massa :
·
Efek kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang
timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya. Melalui
media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang
belum pernah kita kunjungi secara langsung.
Menurut Mc Luhan, media massa adalah perpanjangan alat indra
kita. Dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau
tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara
langsung. Realitas yang ditampilkan oleh media adalah realitas yang sudah
diseleksi. Media massa memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat.
·
Efek
Afeksi
Efek ini kadarnya lebih tinggi
daripada efek kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu
khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat
turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Contohnya adalah, setelah mendengar atau membaca berita, maka muncul perasaan
sebal, jengkel, marah atau senang pada diri khalayak. Factor-faktor yang
memengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media massa adalah : suasana
emosional, skema kognitif, suasana terpaan, predisposisi individual dan
identifikasi khalayak dengan tokoh dalam media massa.
a.
Suasana emosional
Respon kita terhadap sebuah film, sinetron televise atau
sebuah novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional kita.
b.
Skema kognitif
Skema kognitif merupakan naskah yang ada dalam pikiran kita
yang menjelaskan tentang alur peristiwa.
c.
Suasana terpaan
Kita akan merasa takut atau ketakutan ketika menyaksikan
film horror jika kita menontonnya sendirian di rumah tua. Apalagi jika saat itu
turun hujan lebat yang diiringi suara petir dan sebagainya. Hasil penelitian
yang dilakukan oleh Weiss menunjukan bahwa anak-anak lebih ketakutan menonton
televise dalam keadaan sendirian ditempat yang gelap.
d.
Predisposisi individual
Mengacu kepada karateristik khas individu. Orang yang
melankolis cenderung menanggapi tragedy lebih emosional dari pada orang yang
periang. Orang yang mempunyai sifat sensitive akan sulit untuk diajak bercanda.
Orang yang periang dan mempunyai sifat terbuka akan senang bila melihat
adegan-adegan lucu atau film-film komedi daripada orang yang melankolis.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa acara yang sama bisa ditanggapi berlainan
oleh orang-orang yang berbeda.
e.
Factor identifikasi
Menunjukan sejauh mana orang merasa terlibat dengan tokoh
yang ditonjolkan dalam media massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau
pendengar menempatkan dirinya dalam posisi tokoh, ia merasakan apa yang
dirasakan oleh tokoh tersebut.
·
Efek Behavioral
Efek ini merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak
dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televise
atau film akan menyebabkan orang menjadi beringas. Siaran kesejahteraan
keluarga yang banyak disiarkan dalam televise menyebabkan para ibu rumah tangga
memiliki keterampilan baru. Pernyataan-pernyataan ini mencoba mengungkapkan
tentang efek komunikasi massa pada perilaku, tindakan dan gerakan khalayak yang
tampak dalam kehidupan mereka sehari-hari.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi dapat
disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah suatu proses komunikasi yang
menggunakan media/ saluran dalam menghubungkan antara pihak pemberi informasi
(komunikator) dengan pihak penerima informasi secara massal dengan jumlah yang
banyak, bersifat heterogen, terpencar, dan dapat menimbulkan efek tertentu.
Sifat atau efek yang ditimbulkan pada komunikan
tergantung pada tujuan komunikasi yang dilakukan oleh para komunikator. Apakah
tujuannya agar komunikan hanya sekedar tahu saja, atau komunikan berubah siap
dan pandangannya, atau komunikan dapat berubah tingkah lakunya, bahkan
komunikan hanya mengkonsumsi berita sesuai dengan kebutuhan yang ingin mereka
dapatkan dari media, misalnya informasi tentang tempat liburan di akhir pekan,
tempat olahraga yang tepat untuk menyegarkan tubuh, serta berbagai informasi kuliner
yang dapat memanjakan lidah, atau infomasi pasar tentang perkembangan berbagai
harga untuk komoditi atau barang tertentu.
3.2 Saran
Melalui sebuah makalah yang singkat ini kami berharap agar pembaca dapat memahami akan setiap kali apa yang diucapkan,
memahami secara mendalam bukan hanya sebatas memahami luarnya saja. Bukan hanya
itu melalui pembahasan karakteristik komunikasi massa di atas, kami juga berharap agar pembaca juga dapat membedakan
antara komunikasi massa dengan komunikasi antarpersonal. Pembaca juga dapat memahami lebih dalam akan komunikasi massa itu
sendiri. Pembaca juga dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan komunikasi
massa itu sendiri melalui karakteristik komunikasi yang telah kami paparkan di atas. kami juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca khususnya dosen pengampu agar
kedepannya kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber
Buku
Bungin, Burhan. 2008.Sosiologi Komunikasi (Teori, Paradigma, dan
Discourse Teknologi Komunikasi di Masyarakat). Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Efendy, Onong Uchana.
2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.
Bandung:Remaja Rosda Karya.
Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Sumber Internet
Permatanadia. 2015. Pengertian Fungsi
dan Karakteristik Komunikasi Massa. (online). (https://utiberbagi.wordpress.com/2015/10/16/pengertian-fungsi-dan-karakteristik-komunikasi-massa/.
Diakses tanggal 27 Maret 2017).
Nensisilvia. 2015. Fungsi Komunikasi
Massa. (online). (https://nensisilvia.wordpress.com/2015/07/07/fungsi-komunikasi-massa/.
Diakses tanggal 27 Maret 2017)
Komentar
Posting Komentar