Komunikasi Massa

Makalah
“KOMUNIKASI MASSA
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosiologi Komunikasi
Dosen:
R.Yogie Prawira, M.I.Kom

Description: D:\UNIBI\LOGO UNIBI\LOGO UNIBI.jpg 


Disusun Oleh:
Arika Aprilia
(9882405116311002)
Geaciela Cornelia Mandagi
(9882405116311038)
Kelvin Haikal
(9882405116311028)
Siti Maryati
(9882405116311016)
Vicky Shania Rinofan
(9882405116311024)
Wildan Adrian
(9882405116311041)


UNIVERSITAS INFORMATIKA DAN BISNIS INDONESIA
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DESAIN
 ILMU KOMUNIKASI
2017



KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat Nya sehingga tugas  ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada Bapak R.Yogie Prawira, M.I.Kom selaku Dosen Mata Kuliah Sosiologi Komunikasi yang memberikan bimbingan, saran ide dan kesempatan untuk kami.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.




Bandung, 27 Maret 2017
Penyusun

BAB I
                                                           PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang                                          
Manusia pada hakekatnya adalah mahkluk sosial, yang dalam kehidupan sehari- hari tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dan komunikasi. Komunikasi merupakan bagian integral kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat. Sebagai mahkluk sosial, kegiatan sehari- hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.
Komunikasi adalah hubungan antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, paling tidak sejak ia dilahirkan sudah berhubungan dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah tanda komunikasi . Komunikasi merupakan aktivitas yang paling esensial dalam kehidupan manusia.Kurang lebih 70% dari waktu bangun kita dipergunakan untuk berkomunikasi. Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari keterampilannya dalam berkomunikasi. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian.
Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Atau dengan kata lain, ilmu komunikasi juga berkaitan erat dengan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yaitu Psikologi. Akan tetapi, komunikasi bukanlah subdisiplin ilmu dari psikologi. Justru komunikasi dipelajari oleh disiplin-disiplin ilmu yang lain, seperti psikologi dan sosiologi.Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan “komunikasi” itu? Ada banyak sekali definisi dari “komunikasi“.Definisi-Definisi yang timbul tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai perspektif seperti mekanistis, sosiologistis, atau psikologistis.
Sederhananya, komunikasi merupakan proses penyampaian informasi yang diterima oleh alat-alat indera, ke bagian otak.Informasi itu bisa berasal dari lingkungan, organisme lainnya, atau dari diri sendiri. Ditinjau dari sudut pandang ilmu Biologi, proses penyampaian informasi itu sendiri merupakan suatu proses yang teramat rumit dan kompleks. Hasil dari sinergi otak dengan berbagai alat indera dan organ-organ tubuh, serta melibatkan jutaan sel syaraf di otak dan seluruh bagian tubuh. (Rakh Komunikasi, dalam sekian banyak bentuknya, memiliki peran dan fungsi yang cukup besar dalam kehidupan manusia.
Watzalawick dalam Bradac and Bowers (1980) bahkan mengungkapkan bahwa human being cannot not communicate. Setiap manusia memiliki potensi untuk berkomunikasi satu sama lain saat dia terdiam sekalipun. Komunikasi manusia memiliki beberapa konteks tergantung dari jumlah komunikator, derajat kedekatan fisik, saluran indrawi yang tersedia hingga kesegeraan umpan balik (Cassandra dalam Mulyana, 71;2002).
Salah satu konteks komunikasi ini antara lain adalah komunikasi massa. Cassandra menyebutkan bahwa jika konteks komunikasi massa dibandingkan dengan konteks komunikasi lainnya maka dapat dijelaskan bahwa komunikasi massa merupakan sebuah bentuk komunikasi yang memiliki jumlah komunikator yang paling banyak, derajat kedekatan fisik yang paling rendah, saluran indrawi yang tersedia sangat minimal dan umpan balik yang tertunda.
1.2 Rumusan Masalah
Agar dalam pembuatan makalah ini tidak terlalu kompleks maka dirumuskan masalah yaitu sebagai berikut:
a.       Apa yang dimaksud dengan komunikasi massa?
b.      Apa fungsi komunikasi massa?
c.       Apa ciri-ciri  komunikasi massa?
d.   Apa efek sosial komunikasi massa?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
a.    Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi
b.    Untuk memperluas ilmu pengetahuan komunikasi massa
c.    Mengetahui Pengertian,ciri-ciri,efek , dan fungsi komunikasi massa
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini, yaitu:
a.       Makalah ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas dari mata kuliah Sosiologi Komunikasi.
b.      Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan  dan pengetahuan, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi semua yang membacanya.
c.       Makalah ini diharapkan dapat membantu kita dan menjadikan semakin baiknya  komunikasi.
d.      Agar dapat membantu kita mengetahui tentang Komunikasi Massa.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi Massa
Definisi Komunikasi massa secara harfiah terdiri dari dua kata, yakni kata komunikasi dan kata massa. Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses dalam penyampaian suatu pesan/ gagasan, sedangkan kata massa dapat diartikan sebagai jumlah orang yang banyak, dan tersebar dalam beberapa lokasi, tidak harus di lokasi yang sama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah suatu proses komunikasi yang menggunakan media/ saluran dalam menghubungkan antara pihak pemberi informasi (komunikator) dengan pihak penerima informasi secara massal dengan jumlah yang banyak, bersifat heterogen, terpencar, dan dapat menimbulkan efek tertentu.
Komunikasi tersebut dapat melalui berbagai jenis media modern, seperti surat kabar serta film-film yang sering dipertunjukkan di gedung bioskop. Salah satu pakar mengatakan bahwa selain media massa modern di atas juga terdapat media massa tradisional yakni meliputi teater rakyat, dongeng, maupun juru pantun.
2.1.1Pengertian menurut para ahli
Berikut ini merupakan beberapa definisi komunikasi massa menurut para ahli :
a) Joseph A. Devito
Komunikasi massa adalah komunikasi yang di tunjukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang membaca atau semua orang yang menonton televisi, agaknya ini tidak berarti pula bahwa khalayak besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang di salurkan oleh pemancar- pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akaan lebih mudah dan lebih logis bila di definisiksn bentuknya (radio, televisi, surat kabar, majalah, film, buku dan pita.


b) Jay Black dan Frederick C (Nurdin, 2004)
Mereka menyatakan bahwa komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara massal/tidak sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen. Luas disini berarti lebih besar daripada sekedar kumpulan orang yang berdekatan secara fisik sedangkan anonim berarti individu yang menerima pesan cenderung asing satu sama lain. Heterogen berarti pesan dikirim kepada orang-orang dari berbagai macam status, pekerjaan, dan jabatan dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain dan bukan penerima pesan yang homogen.
c) Gerbner (1967)
Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas di miliki orang dalam masyrakat industry.
2.2 Fungsi Komunikasi Massa
2.2.1 Fungsi komunikasi massa secara umum
Pada dasarnya secara umum fungsi komunikasi massa yang dikemukakan para ahli tidak jauh beda satu sama lain. Menurut Onong Uchyana Effendy (Effendy, 2007, 1993) fungsi komunikasi massa secara umum diantaranya :
1.      Fungsi informasi
Media massa pada dasarnya memiliki fungsi utama, yakni mengumpulkan, menyususn memproduksi dan menyampaikan informasi. Melalui informasi, masyarakat jadi tahu dan mengerti banyak hal. Khalayak dapat mengakses informasi sesuai kebutuhannya, mulai dari informasi politik ekonomi, budaya hingga sosial dan hiburan. Dari informasi yang tersedia di media massa jugalah khalayak dapat memperoleh pengetahuan akan berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai tempat. Dari media massa, khalayak misalnya mengetahui berbagai bencana yang sekarang sedang melanda banyak wilayah di berbagai belahan dunia


2.      Fungsi pendidikan
Fungsi pendidikan dapat diartikan bahwa media massa pada dasarnya merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education). Media massa mendidik masyarakat melalui berbagai pengetahuan yang disampaikan oleh media massa. Misalnya melalui etika, nilai nilai, norma ataupun berbagai aturan yang berlaku di tengah masyarakat. Melalui media massa, khalayak memperoleh pengetahuan bagaimana harus bersikap dan bertingah laku di tengah masyakart. Selain itu media massa juga memberikan pendidikan pada banyak aspek lainnya termasuk sosial ekonomi budaya maupun politik. Dalam bidang pendidikan politik misalnya, banyak orang yang menjadi sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
3.      Fungsi mempengaruhi
Media massa pada dasarnya berusaha mempengaruhi masyarakat atau khalayak melalui informasi dan pesan yang disampaikannya. Mulai dari berita, opini, tajuk rencana/editorial, berita, hingga iklan semuanya bertujuan untuk mempengaruhi, merubah opini, sikap dan perilaku khalayak atau masyarakat. Sebagai contoh, berita nengenai korupsi yang disampaikan media massa akhir akhir ini banyak mempengaruhi bagaimana opini khalayak terkait dengan pilihan partai. Terlebih dalam editorial maupun tajuk rencana yang memang tujuan utamanya adalah menyampaikan sikap dari media massa yang bersangkutan terhadap berbagai fenomena yang terjadi di tengah masyakarat.
2.2.2 Fungsi komunikasi massa bagi individu
Beberapa fungsi komunikasi massa secara khusus bagi individu sebenarnya juga tidak begitu berbeda jauh satu sama lain, sementara beberapa perbedaan sendiri bersifat saling melengkapi. Menurut Samuel L. Becker, ada 7 fungsi komunikasi massa bagi individu, yaitu:
1.      Pengawasan / Pencarian Informasi
Fungsi pengawasan berkaitan dengan informasi yang disampaikan oleh media massa yang dapat digunakan sebagai dasar bagi seorang individu untuk pengambilan keputusan.
2.      Mengembangkan konsep diri
Fungsi mengembangkan diri berkaitan dengan penyediaan informasi yng dibutuhkan oleh individu untuk dapat terus bertahan hidup. Dalam hal ini isi pesan media dapat saja berupa pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi pengembangan karir atau ketrampilan hidupnya.
3.      Fasilitas dalam hubungan sosial
Fungsi ini berkaitan dengan isi pesan media massa yang seringkali berkaitan dengan topik topik yang dapat menjadi pembicaraan hangat dalam setipa pergaulan dengan orang orang lainnya.
4.      Subtitusi dalam hubungan sosial
Isi pesan media seringkali membuat kita terlibat secara psikologis dan bahkan emosional. Misalnya rasa simpati atau marah dengan tokoh tertentu saat membaca atau melihat berita yang mengaduk aduk perasaan kita. Perasaan yang umumnya terjadi dalam relasi sosial seseorang dalam kehidupan nyata nyatanya seringkali ikut terbawa setelah seseorang melihat atau membaca mendengar pengalaman atau kisah yang engharu biru di media massa.
5.      Membantu melegakan emosi
Isi pesan dari media massa seingkali membuat khalayak merasa terhibur, puas dan bahagia. Midalnya program komedi, musik, film yang seringkali menjadi hiburan yang dapat melegakan emosi.
6.      Sarana pelarian dari ketegangan dan keterasingan
Dalam menghadapi rutinitas sehari hari yang demikian padat dan menguras energi, seringkali kita merasa tegang dan  terasing dari pergaulan dengan lingkungan sekitar kita. Untuk meredakan hal tersebut banyak orang memilih untuk membaca berita, menikmati hiburan di televisi atau sekedar mendengar musik di radio untuk mengurangi ketegangan.
7.      Sebagai bagian dari kehidupan rutin atau ritualisasi
Media massa hadir dalam kehidupan masyarakat, dan bahkan menjadi pelengkap bagi kebutuhan sehari hari masyarakat. Saat menikmati sarapan di pagi hari atau berkumpul bersama keluarga, media massa telah menjadi bagian yang tak terlewatkan.
2.2.3 Fungsi komunikasi massa menurut Burhan Bungin  

Komunikasi massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat. Selain manifest function dan laten function, setiap aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan (beiring function) fungsi-fungsi sosial lain, bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna.

1.      Fungsi pengawasan
Media massa merupakan sebuah medium di mana dapat digunakan untuk pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif.  Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan untuk aktivitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.  Seperti, pemberitaan bahaya narkoba bagi kehidupan manusia yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada masyarakat, maka fungsinya untuk kegiatan preventif agar masyarakat tidak terjerumus dalam pengaruh narkoba.  Sedangkan fungsi persuasif sebagai upaya memberi reward dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa yang dilakukannya.  Medai massa dapat memberi reward kepada masyarakat yang bermanfaat dan fungsional bagi anggota masyarakat lainnya,  namun sebagainya akan memberikan punishment apabila aktivitasnya tidak bermanfaat bahkan merugikan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat.

2. Fungsi social learning
Fungsi utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat.  Media massa bertugas untuk memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat   di mana komunikasi massa itu berlangsung.  Komunikasi massa itu dimaksukan agar proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efisien dan menyebar secara bersamaan di masyarakat secara luas.  Fungsi komunikasi massa ini merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk menutupi kelemahan fungsi-fungsi paedogogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka, di mana karena sifatnya, maka fungsi paedogogi hanya dapat berlangsung secara eksklusif antara individu tertentu saja.



3. Fungsi penyampaian informasi
Komunikasi massa yang mengandalkan media massa, emiliki fungsi utama, yaitu menjadi proses penyampaian informai kepada masyarakat luas.  Komunikasi massa memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informasi tercapai dalam waktu cepat dan singkat.

4. Fungsi transformasi budaya
Fungsi informatif adalah fungsi-fungsi yang bersifat statis, namun fungsi-fungsi lain yang lebih dinamis adalah fungsi transformasi budaya.  Komunikasi massa sebagaimana difat-sifat budaya massa, maka yang terpentin adalah komunikasi massa menjadi proses transormai budaya yang dilakukan bersama-sama oleh semua komponen komunikasi massa, terutama yang dilakukan oleh media massa.
Fungsi transformasi budaya ini menjadi sangat penting dan terkait dengan fungsi-fungsi lainnya terutama fungsi social learning, akan tetapi fungsi transformasi budaya lebih kepada tugasnya yang besar sebagai bagian dari bidaya global.  Sebagaimana diketahui bahwa perubahan-perubahan budaya yang disebabkan karena perkembangan telematika menjadi perhatian utama semua masyarakat di dunia, karena selain dapat dimanfaatkan untuk pendidikan juga dapat dipergunakan untuk fungsi-fungsi lainnya, seperti politik, perdagangan, agama, hukum, militer, dan sebagainya.  Jadi, tidak dapat dihindari bahwa komunikasi massa memainkan peran penting dalam proses ini di mana hampir semua perkembangan telematika mengikut-sertakan proses-proses komunikasi massa terutama dalam proses transformasi budaya.

5. Hiburan
Fungsi lain dari komunikasi adalah hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain, komunikasi massa juga digunakan sebagai medium hiburan, terutama karena komuniasi massa menggunakan media massa, adi fungsi-fungsi hiburan yang ada pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.
Transformasi budaya yang dilaksanakan oleh komunikasi massa mengikut-sertakan fungsi hiburan ini sebagai bagian penting dalam fungsi komunikasi massa.  Hiburan tidak terlepas dari fungsi media massa itu sendiri dan juga tidak terlepas dari tujuan transformasi budaya.  Dengan demikian, maka fungsi hiburan dari komunikasi massa saling mendukung fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi massa.

2.2.4 Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat
Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat menurut Dominik (2001), terdiri dari surveillance (pengawasan), interpretation (penafsiran), lincage (keterkaitan) transmition of values (penyebaran nilai), dan entertainment (hiburan).
1.      Surveillance (pengawasan)
Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama :
a.       Warning or beware surveillance (pengawasan peringatan);
Fungsi pengawasan peringatan berkaitan dengan informasi yang diberikan oleh media massa saat terjadi ancaman. Misalnya ancaman yang berasal dari bencana alam, seperti angin topan, meletusnya gunung merapi, ataupun berbagai kondisi yang memprihatinkan, termasuk inflasi ataupun adanya serangan militer.
b.      Instrumental surveillance (pengawasan instrumental).
Fungsi pengawasan Instrumental berkaitan dengan penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang penemuan teknologi baru, tentang inovasi baru, ide ide baru, atau bahkan hobi menjadi contoh dari bentuk pengawasan instrumental.
2.      interpretation (penafsiran)
Media pada dasarnya mereproduksi kembali  berbagai peristiwa atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. pada saat itulah media menjalankan fungsinya dalam menafsirkan informasi yang diterimanya untuk selanjutnya disebarluaskan pada khalayak luas.
3.      Linkage (pertalian)
Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membantuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. Contoh kasus di Indonesia Kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis dipertalikan/ dihubungkan oleh media.
4.      Transmission of Values (penyebaran nilai-nilai)
Fungsi ini berkaitan dengan sosialisasi nilai, norma dan perilaku masyarakat. Media massa mensosialisasikan nilai, keyakinan, norma untuk diadopsi individu sebagai bagian kelompok masyakarat. Media massa pada dasarnya memberikan model atau contoh kepada anggota masyarakat mengenai bagaimana melakukan sesuatu atau bersikap terhadap sesuatu. Pergaulan bebas remaja saat ini dapat menjadi contoh bagaimana para remaja banyak mencontoh pregaulan barat yang banyak dipertontonkan oleh media massa, salah satunya melalui sinetron.
5.      Entertainment (hiburan)
Salah satu fungsi komunikasi massa yang banyak menarik perhatian masyarakat adalah fungsinya untuk menghibur. Media massa terutama televisi misalnya, menyajikan berbagai macam program yang sifatnya menghibur seperti film,musik, komedi, kuis, dll. Media televisi bahkan dalam beberapa waktu terakhir diakui sebagai memiliki pengaruh yang besar berkaitan dengan pilihan hiburan bagi khalayak. Media massa menyajikan hiburan tidak hanya audio tapi juga visual yang memungkinkan penonton lebih terhibur, dapat dilihat berapa lama orang mampu bertahan di depan televisi hanya untuk menikmati sinetron.
2.3 Ciri-Ciri Komunikasi Massa
Melalui sejumlah pengertian komunikasi massa, kita dapat mengetahui ciri komunikasi massa. Sehubungan dengan bahasan ini, Nurudin dalam bukunya Pengantar Komunikasi Massa (2004: 19), dikemukakan ciri - ciri dari komunikasi massa yakni:

1. Komunikator dalam Komunikasi Massa Melembaga
Komunikator dalam komunikasi massa bukan satu orang, tetapi kumpulan orang. Artinya, gabungan antar berbagai macam unsur dan bekerja sama satu sama lain dalam sebuah lembaga. Lembaga yang dimaksud disini menyerupai sebuah sistem. Sistem itu adalah sekelompok orang, pedoman, dan media yang melakukan suatu kegiatan mengolah, menyimpan, menuangkan ide, gagasan,simbol, lambang menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai suatu kesepakatan dan saling pengertian satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi.
Dengan demikian, komunikator dalam komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai ciri sebagai berikut: (1) kumpulan individu, (2) dalam berkomunikasi individu - individu itu terbatasi perannya dengan sistem dalam media massa, (3) pesan yang disebarkan atas nama media yang bersangkut an dan bukan atas nama pribadi unsur- unsur yang terlibat, (4) apa yang dikemukakan oleh komunikator biasanya untuk mencapai keuntungan atau mendapatkan laba secara ekonomis.

2. Komunikasi dalam Komunikasi Massa Bersifat Heterogen
Komunikan dalam komunikasi massa sifatnya heterogen. Artinya, komunikan terdiri dari beragam pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi, jabatan yang beragam, dan memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda pula.

Herbert Blumer pernah memberikan ciri tentang karakteristik audience (komunikan) sebagai berikut:
  • Audience dalam komunikasi massa sangatlah heterogen. Artinya, ia mempunyai heterogenitas komposisi atau susunan. Jika ditinjau dari asalnya, mereka berasal dari berbagai kelompok dalam masyarakat.
  • Berisi individu - individu yang tidak mengenal satu sama lain. Disamping itu, antar individu itu tidak berinteraksi langsung satu sama lain.
  • Mereka tidak mempunyai kepemimpinan atau organisasi formal
3.      Pesannya Bersifat Umum.
Pesan-pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan ke pada satu orang atau kelompok masyarakat tertentu. Dengan kata lain, pesan - pesannya ditujukan kepada khalayak yang plural. Karena itu, pesan- pesan yang dikemukakan tidak boleh bersifat khusus.
4.      Komunikasinya Berlangsung Satu Arah
Pada media massa, komunikasi hanya berjalan satu arah. Kita tidak bisa langsung memberikan respon kepada komunikatornya (media massa yang bersangkutan). Kalaupun bisa, sifatnya tertunda.
5.      Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan
Salah satu ciri komunikasi massa selanjutnya adalah keserempakan proses penyebaran pesannya. Serempak berarti khalayak bisa menikmati media massa tersebut hampir bersamaan.
6.       Komunika si Massa Mengandalkan Peralatan Teknis
Media massa sebagai alat utama menyampaikan pesan kepada khalayaknya sangat membutuhkan peralatan teknis. Peralatan teknis misalnya pemancar untuk media elektronik (mekanik atau elektronik). Dewasa ini telah terjadi revolusi komunikasi massa dengan perantaraan satelit. Peran satelit akan memudahkan proses pemancaran pesan yang dilakukan media elektronik seperti televisi. Bahkan saat ini sudah sering televisi menyajikan siaran langsung (live ) dan bukannya rekaman (recorded ).
7. Komunikasi Massa Dikontrol oleh Gatekeeper
Gatekeeper atau yang sering disebut penapis informasi adalah orang yang sangat berperan dalam penyebaran informasi melalui media massa. Gatekeeper berfungsi sebagai orang yang ikut menambah atau mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami. Gatekeeper juga berfungsi menginterpretasikan pesan, menganalisis, menambah data, dan mengurangi pesan- pesannya. Intinya, gatekeeper merupakan pihak yang ikut menentukan pengemasan sebuah pesan dari media massa. Semakin kompleks sistem media yang dimiliki, semakin banyak pula (pemalang pintu atau penapis informasi) yang dilakukan. Bahkan, gatekeeper sangat menentukan berkualitas atau tidaknya informasi yang akan disebarkan.

2.4 Efek Sosial Komunikasi Massa
Menurut Steven M. Chaffee efek media massa dapat dilihat dari dua pendekatan. Pendekatan pertama adalah efek dari media massa yang berkaitan dengan pesan ataupun media itu sendiri. Pendekatan kedua adalah dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa perubahan sikap, perilaku dan perasaan atau dengan istilah lain dikenal sebagai perubahan kognitif, afektif, dan behavioral.

a.      Efek Kehadiran Media Massa
Mc Luhan mengemukakan the medium is the message, media adalah pesan itu sendiri. Oleh karena itu, bentuk media saja sudah memengaruhi khalayak. Seperti telah di jelaskan bahwa yang memengaruhi khalayak bukan apa yang disampaikan oleh media, tetapi jenis media komunikasi yang digunakan oleh khalayak tersebut, baik tatap muka maupun melalui media cetak atau elektronik. Menurut Steven M. Chaffee, ada lima jenis efek kehadiran media massa sebagai benda fisik, yaitu : efek ekonomis, efek sosial, efek pada penjadwalan kegiatan, efek penyaluran/ menghilangkan perasaan tertentu, dan efek pada perasaan orang terhadap media.

1.      Efek ekonomi
Kehadiran media massa ditengah kehidupan manusia dapat menumbuhkan berbagai usaha produksi, distribusi dan konsumsi jasa media massa. Kehadiran surat kabar berarti menghidupkan pabrik yang mensuplai kertas Koran, menyuburkan pengusaha percetakan dan grafika, membuka lapangan kerja bagi para wartawan, perancang grafis, pengedar, pengecer, pencari iklan dan sebagainya. Keberadaan televise baik televise pemerintah maupun televise swasta dapat memberi lapangan kerja kepada sarjana ilmu komunikasi , para juru kamera, pengarah  acara, juru rias, dan profesi lainnya.

2.      Efek sosial
Efek sosial berkaitan dengan perubahan pada struktur atau interaksi sosial sebagai akibat dari kehadiran media massa. Sebagai contoh, misalnya kehadiran televise dapat meningkatkan status sosial dari pemilikinya. Majalah yang beredar telah menuntun pembacanya untuk memilih majalah yang menjadi kebutuhnannya, misalnya majalah gadis umumnya di konsumsi oleh para remaja putri, majalah otomotif dikonsumsi oleh para pecinta otomotif, dan sebagainya.
Dipedesaan yang baru diterpa oleh kehadiran televise telah terbentuk jaringan interaksi sosial yang baru. Koran masuk desa telah mengubah perilaku masyarakat desa, juga telah menjadi pusat jaringan sosial. Mereka menghimpun warga disekitarnya untuk menciptakan interaksi sosial yang baru.

3.      Penjadwalan kegiatan sehari-hari
Sebelum pergi ke kantor, masyarakat kota pada umumnya membaca Koran dahulu. Anak-anak sekolah dasar yang biasanya selalu mandi pagi pada hari minggu, setelah hadirnya acara televise untuk anak-anak pada pagi hari, mengubah jadwal mandi pagi menjadi jadwal menonton televisi. Pada waktu magrib, anak-anak yang biasanya mengaji setelah sholat menjadi lebih senang menonton televisi setelah stasiun televise menyajikan acara hiburan tertentu pada waktu tersebut.

4.      Efek hilangnya perasaan tidak nyaman
Orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman, misalnya untuk menghilangkan perasaan kesepian, marah, kesal, kecewa dan sebagainya. Seorang gadis yang sedang dimabuk cinta akan mendengarkan lagu-lagu yang bertema cinta atau melankolis dari radio siaran maupun tape recorder. Orang yang tertimpa musibah akan menghilangkan perasaan dukanya dengan mendengarkan radio siaran atau menonton televise yang menayangkan acara-acara siraman rohani, misalnya mendengarkan acara dakwah.


5.      Efek menumbuhkan perasaan tertentu
Kehadiran media massa bukan saja dapat menghilangkan perasaan tidak nyaman pada diri seseorang, tetapi dapat juga menumbuhkan perasaan tertentu. Terkadang seseorang akan mempunyai perasaan positif atau negative terhadap media tertentu. Misalnya, seseorang akan mempunyai perasaan positif terhadap harian kompas dari pada media Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tumbuhnya perasaan senang atau percaya pada suatu media massa tertentu erat kaitannya dengan pengalaman individu bersama media massa tersebut.

b.      Efek pesan
Penelitian tentang efek ini telah menjadi pusat perhatian berbagai pihak, baik para praktisi maupun para teoritisi. Mereka berusaha untuk mencari dan menemukan media yang paling efektif untuk memengaruhi khalayak. Dalam bagian ini akan dibahas mengenai efek pesan media massa :

·           Efek kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.
Menurut Mc Luhan, media massa adalah perpanjangan alat indra kita. Dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang ditampilkan oleh media adalah realitas yang sudah diseleksi. Media massa memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat.
·         Efek Afeksi
Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya. Contohnya adalah, setelah mendengar atau membaca berita, maka muncul perasaan sebal, jengkel, marah atau senang pada diri khalayak. Factor-faktor yang memengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media massa adalah : suasana emosional, skema kognitif, suasana terpaan, predisposisi individual dan identifikasi khalayak dengan tokoh dalam media massa.

a.       Suasana emosional
Respon kita terhadap sebuah film, sinetron televise atau sebuah novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional kita.

b.      Skema kognitif
Skema kognitif merupakan naskah yang ada dalam pikiran kita yang menjelaskan tentang alur peristiwa.

c.       Suasana terpaan
Kita akan merasa takut atau ketakutan ketika menyaksikan film horror jika kita menontonnya sendirian di rumah tua. Apalagi jika saat itu turun hujan lebat yang diiringi suara petir dan sebagainya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Weiss menunjukan bahwa anak-anak lebih ketakutan menonton televise dalam keadaan sendirian ditempat yang gelap.

d.      Predisposisi individual
Mengacu kepada karateristik khas individu. Orang yang melankolis cenderung menanggapi tragedy lebih emosional dari pada orang yang periang. Orang yang mempunyai sifat sensitive akan sulit untuk diajak bercanda. Orang yang periang dan mempunyai sifat terbuka akan senang bila melihat adegan-adegan lucu atau film-film komedi daripada orang yang melankolis. Beberapa penelitian membuktikan bahwa acara yang sama bisa ditanggapi berlainan oleh orang-orang yang berbeda.

e.       Factor identifikasi
Menunjukan sejauh mana orang merasa terlibat dengan tokoh yang ditonjolkan dalam media massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau pendengar menempatkan dirinya dalam posisi tokoh, ia merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh tersebut.



·           Efek Behavioral
Efek ini merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televise atau film akan menyebabkan orang menjadi beringas. Siaran kesejahteraan keluarga yang banyak disiarkan dalam televise menyebabkan para ibu rumah tangga memiliki keterampilan baru. Pernyataan-pernyataan ini mencoba mengungkapkan tentang efek komunikasi massa pada perilaku, tindakan dan gerakan khalayak yang tampak dalam kehidupan mereka sehari-hari.




















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah suatu proses komunikasi yang menggunakan media/ saluran dalam menghubungkan antara pihak pemberi informasi (komunikator) dengan pihak penerima informasi secara massal dengan jumlah yang banyak, bersifat heterogen, terpencar, dan dapat menimbulkan efek tertentu.
Sifat atau efek yang ditimbulkan pada komunikan tergantung pada tujuan komunikasi yang dilakukan oleh para komunikator. Apakah tujuannya agar komunikan hanya sekedar tahu saja, atau komunikan berubah siap dan pandangannya, atau komunikan dapat berubah tingkah lakunya, bahkan komunikan hanya mengkonsumsi berita sesuai dengan kebutuhan yang ingin mereka dapatkan dari media, misalnya informasi tentang tempat liburan di akhir pekan, tempat olahraga yang tepat untuk menyegarkan tubuh, serta berbagai informasi kuliner yang dapat memanjakan lidah, atau infomasi pasar tentang perkembangan berbagai harga untuk komoditi atau barang tertentu.
3.2 Saran
Melalui sebuah makalah yang singkat ini kami berharap agar pembaca dapat memahami akan setiap kali apa yang diucapkan, memahami secara mendalam bukan hanya sebatas memahami luarnya saja. Bukan hanya itu melalui pembahasan karakteristik komunikasi massa di atas, kami juga berharap agar pembaca juga dapat membedakan antara komunikasi massa dengan komunikasi antarpersonal. Pembaca juga dapat memahami lebih dalam akan komunikasi massa itu sendiri. Pembaca juga dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan komunikasi massa itu sendiri melalui karakteristik komunikasi yang telah kami paparkan di atas. kami juga mengharapkan kritik dan saran dari  pembaca khususnya dosen pengampu agar kedepannya kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.




DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Bungin, Burhan. 2008.Sosiologi Komunikasi (Teori, Paradigma, dan Discourse Teknologi Komunikasi di Masyarakat). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Efendy, Onong Uchana. 2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:Remaja Rosda Karya.
Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Sumber Internet
Permatanadia. 2015. Pengertian Fungsi dan Karakteristik Komunikasi Massa. (online).  (https://utiberbagi.wordpress.com/2015/10/16/pengertian-fungsi-dan-karakteristik-komunikasi-massa/. Diakses tanggal 27 Maret 2017).

Nensisilvia. 2015. Fungsi Komunikasi Massa. (online). (https://nensisilvia.wordpress.com/2015/07/07/fungsi-komunikasi-massa/. Diakses tanggal 27 Maret 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah bentuk bentuk perusahaan

Kekuasaan Wewenang dan Kepemimpinan.

Sistem Pers Indonesia